BIAYA JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUTPUT

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Dalam tulisan ini kami akan memaparkan keputusan fundamental yang harus diambil oleh perusahaan dalam jangka panjang dan keputusan output. Keputusan keputusan jangak panjang inilah yang akan mementukan arah perusahaan baik untuk memperluas bahkan menutusakan untuk keluar.

Bagi segala perusahaan, salah satu dari tiga kondisi berikut ini pasti berlaku pada saat tertenu:

  1. Perusahaan mendapatkan laba positif
  2. Perusahaan mengalami kerugian
  3. Perusahaan mencapai titik impas yaitu, mendapatkan penghasilan normal, jadi labanya nol

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG

Suatu perusahaan yang mendapatkan laba positif dalam jangka pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif untuk berekspansi dalam jangka panjang. Laba juga memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk memasuki industri.

Dalam jangka pendek, perusahaan yang menderita kerugian terpaku dalam industri. Mereka bisa menutup operasi (q=0), tetapi mereka masih harus menanggung biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan yang menderita kerugian bisa keluar dari industri.

Keputusan perusahaan tentang apakah akan tutup usaha dalam jangka pendek hanya bergantung pada apakah penerimaan dari operasi memadai untuk menutup biaya  variabel. Jika penerimaan melebihi biaya variabel, laba operasi (operating profit) bisa digunakan untuk membayar biaya tetap sehingga dapat mengurangi kerugian.

Kapanpun harga dibawah titik minimum pada kurva biaya variabel rata-rata, penerimaan total akan kurang dari biaya variabel total, laba operasi akan negatif, dan perusahaan akan tutup. Titik minimum pada kurva biaya variabel rata-rata (yang juga adalah tiik dimana biaya variabel rata-rata dan biaya marjnal berpotongan) disebut dengan titik penutupan usaha (shot-down pont). Pada semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan tingkat output yang memaksimalkan laba. Pada semuaharga di bawahnya, output jangka pendek optimal adalah nol.

Kurva penawaran jangka pendek (short-run supply curve) suatu perusahaan dalam industri kompetitif sempurna adalah bagian kurva biaya marjinal yang terletak diatas kurva biaya variabel rata-rata.

Dua hal yang bisa menyebabkan kurva penawaran industri bergeser:

  1. Dalam kondisi jangka pendek, segala hal yang menyebabkan biaya marjinal berubah d seluruh industri, seperti peningkatan harga input tertentu.
  2. Dalam jangka panjang, msuk atau keluarnya perusahaan.

BIAYA JANGKA PANJANG: SKALA EKONOMIS DAN DIS-EKONOMIS

Ketika peningkatanskala produksi suatu perusahaan menyebabkan biaya rata-rata yang lebih rendah, perusahaan tersebut memperlihatkan skala penghasilan meningkat ( increasing returns to scale), atau skala ekonomi (economics of scale). Ketika biaya rata-rata tidak berubah bersama skala produksi, perusahaan memperlihatkan skala penghasilan konstan. Ketika peningkatan dalam skala produksi perusahaan menyebabkan biaya rata-rata yang lebih tinggi,perusahaan memperlihatkan skala penghasilan menurun (decresing returns to scale), atau diselonomis (diseconomis of scale).

Kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC-long-run average cost curve) memperlihatkan biaya yang terkait dengan skala berbeda yang bisa dipilih oleh perusahaan untuk beroprasi dalam jangka panjang.

PENYESUAIAN KONDISI JANGKA PANJANG TERHADAP KONDISI JANGKA PENDEK

Ketika ada laba jangka pendek dalam suatu industri, perusahaan baru akan masuk dan perusahaan yang ada akan berekspensi. Kejadian ini menggeser kurva penawaran industri ke kanan. Ketika ini terjadi, harga turun dan laba terhapuskan.

Ketika kerugian jangka pendek diderita dalam suatu industri, beberapa perusahaan keluar dan beberapa perusahaan mengurangi skala. Kejadian ini menggeser kurva penawaran industri kekiri. Yang meningkatkan harga dan menghapus kerugian.

Ekuilibrium persaingan jangka panjang (long-rung competitive equilibrium) dicapai ketika P=SRMC=LRAC dan laba sama dengan nol.

Dalam pasar yang efisien, modal investasi mengalir menuju kesempatan laba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s