PERMINTAAN INPUT: PASAR MODAL DAN KEPUTUSAN INVESTASI

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Pada tulisan ini kami akan memparkan bagaimana salah satu input penting dalam perusahaan bekerja. yaitu adalah modal, dengan memaparkan aliran modal dari rumah tangga ke perusahaan melalui pasar modal beserta penjelasan penting lainnya.

 

MODAL, INVESTASI DAN DEPRESIASI

Dalam sistem kapitalis pasar, keputusan untuk menanamkan modal  untuk digunakan dalam usaha tertentu dilakukan oleh warga negara individu yang menanggung resiko menempatkan tabungan  mereka untuk mencari keuntungan pribadi. Seperangkat lembaga dimana transaksi seperti itu terjadi disebut dengan pasar modal (capital market).

Barang modal (capital goods) adalah barang yang diproduksi oleh sistem ekonomi yang digunakan sebagai input untuk memproduksi  barang dan jasa lain di masa depan.

Kategori utama modal fisik (physical capital), atau berwujud  (tangible), adalah bangunan nonperumahan, peralatan tahan lama, struktur perumahan, dan persediaan. Modal sosial (social capital) atau infrastruktur adalah modal yang memberikan layanan pada masyarakat. Modal tak berwujud (nonmaterial/intangible) meliputi sumber daya manusia (human capital) dan godwill.

Dimensi terpenting modal adalah bahwa modal bertahan melalui waktu. Karena itu, nilainya sama dengan nilai jasa yang diberikannya sepanjang waktu tertentu.

Ukuran persediaan modal (capital stock) perusahaan yang paling umum adalah nilai pasar pabrik, peralatan, persediaan, dan aset tak berwujud saat ini. Akan tetapi, dalam menelaah modal, penting artinya untuk berfokus pada persediaan modal aktual, bukan pada nilai moneter sederhana.

Dalam ilmu ekonomi, istilah investasi (investment) berarti penciptaan modal baru, bukan pembelian saham atau obligasi. Investasi adalah aliran yang meningkatkan persediaan modal.

Depersiasi adalah penurunan nilai ekonomis aset dari waktu ke waktu. Suatu aset modal bisa terdepresiasi karena usang secara fisik atau karena menjadi ketinggalan zaman.

PASAR MODAL

Pasar Modal (capital market) adalah pasar dimana rumah tangga menawarkan tabungan mereka pada perusahaan yang meminta dana untuk membeli barang modal. Dana yang digunakan oleh perusahaan untuk membeli barang modal berasal dari rumah tangga. Investasi perusahaan adalah permintaan modal. Tabungan yang berasal dari rumah tangga adalah penawaran modal. Berbagai lembaga keuangan memfasilitasi transfer tabungan rumah tangga pada perusahaan yang menggunakannya untuk investasi modal.

Baik langsung atau melalui lembaga perantara keuangan (bank) rumah tangga setuju meminjamkan tabungannya pada perusahaan, sebagai gantinya perusahaan meneken kontrak untuk membayar rumah tangga sejumlah bunga pada tingkat yang disepakati tiap periode. Tingkat bunga adalah fee yang dibayar secara tahunan, dinyatakan sebagai persentase pinjaman atau deposito. Jika rumah tangga meminjamkan langsung pada perusahaan, perusahaan memberi obligasi , yaitu suatu kontrak yang berjanji menebus pinjaman itu pada waktu tertetu di masa depan, bersama pembayaran bunga sepanjang periode itu.

Sebagian pasar modal tempat penabung dan investor berinterksi melalui lembaga perantara disebut dengan pasar modal keuangan (financial capital market).

PENDAPATAN MODAL : BUNGA DAN LABA

Pendapatan Modal (  Capital Income ) adalah pendapatan yang dihasilkan dari tabungan yang telah digunakan mealui pasar modal keuangan. Pendapatan modal diterima dalam bentuk bunga dan laba. Bunga (interest) adalah pembayaran yang dilakukan dari penggunaan uang. Tingkat bunga (interest rate) adalah pembayaran bunga yang dinyatakan dalam persentase pinjaman. Laba (profit) adalah kelebihan penerimaan atas biaya dalam suatu periode tertentu.

 

Laba (profit) adalah pendapatan bersih / keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan (penerimaan total – biaya total). Laba perusahaan perseorangan atau firma (kemitraan) umumnya langsung didapatkan oleh pemilik atau para pemilik yang menjalankan perusahaan itu. perseroan Terbatas (PT, atau Korporasi) adalah perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham yang tidak berhubungan langsung dengan perusahaan. Korporasi diatur dan terdaftar pada undang-undang negara yang memberikan status kewajiban terbatas pada pemiliknya atau pemegang sahamnya. Ini erarti, pemegang saham tidak bisa kehilangan lebih dari jumlah yang telah mereka investasikan jika perusahaan mempunyai kewajiban yang tidak bisa dibayarkan.

Saham biasa (share of common stock) adalah sertifikat yang mewakili kepemilikan saham suatu perusahaan, yang biasanya adalah PT (korporasi).

Lembaran saham biasanya diperagangkan terbuka pada bursa atau pasar saham swasta, yang terbesar adalah New York Stock Exchange (NYSE). Sebagian besar dari miliaran saham yang diperdagangkan tiap harinya berasal dari satu pemegang saham yang menjual saham pada pemegang saham yang lain dan perdagangan ini tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Ketika saham diterbitkan untuk pertama kali, keuntungan penjualannya digunakan untuk membeli modal atau “ mengambil alih posisi” wirausahawan yang memulai perusahaan itu.

FUNGSI BUNGA DAN LABA PASAR

  1. Laba berfungsi sebagai insentif untuk menunda kepuasan.

Saat kita menabung, kita akan mengesampingkan peluang untuk membeli barang atau jasa. Karena jika kita menunda konsumsi, maka akan mendapat imbalan berupa bunga.

  1. Laba bertindak sebagai imbalan atas inovasi dan pengambilan risiko.

Tiap tahun majalah forbes menerbitkan nama-nama orang terkaya di Amerika Serikat, dan tiap nama besar nyaris bisa dilacak pada pendirian beberapa perusahaan bisnis yang “membuatnya besar”

PASAR KEUANGAN DALAM PRAKTIK 

Kasus A : Tabungan Bisnis

Sewaktu saya melihat sekeliling kota kelahiran saya, saya melihat beberapa toko es krim yang sangat sukses, tapi saya pikir saya bia membuat es krim yang lebih lezat dari yang mereka lakukan. Untuk memasuki bisnis itu, saua perlu modal : peralatan membuat es krim, meja, kursi, lemari pendingin, papan nama, dan toko. Karena saya menjadikan rumah saya sebagain jaminan, saya tidak berisiko besar, dan bank memberi saya pinjaman dengan tingkat bungan yang cukup wajar. Bank meminjamkan dana ini karena rumah tangga mendepositokan tabungan mereka disana.

Ekspetasi manfaat investasi

Pengambilan keputusan harus memiliki ekspetasi tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Suatu pabrik baru akan sangat bernilai yakni akan memproduksi banyak laba jika pasar produk perusahaan tumbuh dan harga produknya tetap tinggi. Pabrik yang sama akan bernilai kecil jika perekonomiannya merosot atau konsumen makin jenuh dengan produk perusahaan .

Maka bias di katakana : proses investasi menuntut investor potensial untuk mengevaluasi ekspektasi aliran jasa produktif di masa depan yang akan di hasilkan oleh proyek investasi.
Ekspetasi biaya investasi

Manfaat segala proyek investasi mengambil bentuk laba masa depan. Laba ini harus di ramalkan , tetaapi harus pula di evaluasi. Seperti halnya rumah tangga, perusahaan memiliki akses pada pasar keuangan, baik sebagai peminjam maupun pemberi pinjaman. Jika suatu perusahaan meminjam, perusahaan harus membayarbunga dari waktu ke waktu. Jika meminjamkan, perushaan akan menerima bunga. Jika perusahaan meminjam untuk mendanai suatu proyek, bunga atas pinjaman merupakan biaya proyek.

Kemampuan untuk meminjamkan pada tingkat bunga pasar berarti bahwa ada biaya peluang yang berhubungan dengan tiap proyek investasi. Jafi, proses evaluasi tidak hanya melibatkan estimasi manfaat masa depan, tetapi juga membandingkannya dengan penggunaan alternatif yang mungkin dari dana yang di perlukan untuk menjalankan proyek tersebut. Pada tingkat minimum bunga tersebut bias menghasilkan bunha di pasar uang.

Membandingkan biaya dan ekspetasi hasil

Tingkat ekspetasi pengambilan modal atas suatu proyek investasi tergantung pada harga investasi itu, ekspetasi jangka waktu yang di harapkan proyek itu memberikan penerimaan atau penghematan biaya tambahan, dan ekspetasi jumlah penerimaan yang di harapkan tiap tahun oleh proyek itu.

Ekspetasi tingkat pengambilan ( expected rate of return ) adalah tingkat penghasilan tahunan yang di harapkan oleh perusahaan akan diperoleh melalui investasi modal.

MEMBANDINGKAN BIAYA DAN EKSPETASI HASIL

Salah satu cara untuk mengkuantifikasi ekspektasi adalah menghitung ekspektasi tingkat pengembalian (expected rate of return), adalah tingkat penghasilan turunan yang di harapkan oleh perusahaan akan di peroleh memlalui investasi modal. Misalnya, jika suatu jaringan komputer berbiaya $400.000 cenderung menghemat $100.000 per tahun dalam biaya pengolahan data sesudahnya, tingkat penghasilan yang di harapkan atas investasi itu adalah 25% per tahun.

Tingkat ekspektasi pengembalian modal atas suatu proyek investasi tergantung pada proyek investasi itu, ekspektasi jangka wakt yang di harapkan proyek itu memberikan penerimaan atau penghematan biaya tambahan, dan ekspektasi jumlah penerimaan yang di harapkan oleh proyek itu tiap tahun.

PERMINTAAN INVESTASI

Yang akan di danai hanyalah proyek invetasi dalam perekonomian yang di harapkan akan menghasilkan tingkat pengembalian modal yang lebih tinggi daripada tingkat bunga pasar. Pada tingkat bunga pasar yang lebih rendah, lebih banyak proyek investasi yang akan di lakukan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s