EKUILIBRIUM UMUM DAN EFISIENSI PERSAINGAN SEMPURNA

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Pada kesempatan dan tulisan ini penulis akan menjelaskan mengenai ekuilibrium umum dan efisiensi persaingan sempurna. Pembahasan kita berkisar pada dua unit pengambilan keputusan fundamental, yaitu perusahaan dan rumah tangga. Selain itu dengan membatasi pembahasan pada perusahaan kompetitif sempurna, kita dapat mempelajari bagaimana unit pengambil keputusan dasar berinteraksi dalam dua arena pasar dasar tersebut.

  Proses penelaahan kondisi ekuilibrium di pasar individual dan di rumah tangga serta perusahaan individual secara terpisah disebut dengan analisis ekuilibrium parsial (partial equilibrium analysis). Ekulibrium umum (general equilibrium) terjadi apabila semua pasar dalam sebuah perekonomian secara serentak berada dalam ekuilibrium.

  Dalam menilai kinerja setiap sistem ekonomi, kita akan ingat bahwa yang pertama-tama harus dilakukan adalah menetapkan kriteria khusus sebagai dasar penelitian. Dalam bab ini, akan digunakan dua kriteria yaitu efisiensi dan ekuitas (keadilan). Efisiensi yaitu kondisi di mana perekonomian memproduksi apa yang diinginkan orang pada biaya yang serendah mungkin.

   Keseimbangan umum (general equilibrium) adalah suatu keseimbangan secara simultan (keseluruhan) dalam jangka panjang untuk semua pasar dan semua unit perekonomian dalam suatu sistem ekonomi. Semua harga dan output dianggap variabel dalam analisis keseimbangan umum. Analisis keseimbangan umum berbeda dengan analisis keseimbangan parsial yaitu dalam keseimbangan parsial kita dapat menganggap bahwa harga dan output dianggap konstan.

 Suatu perekonomian pasar dapat disajikan dengan suatu himpunan persamaan penawaran dan permintaan setiap pasar, satu persamaan penawaran dan satu persamaan permintaan pasar.  Sistem persamaan (equations) ini dapat diselesaikan secra simultan untuk mendapatkan nilai keseimbangan dari harga dan kuantitas. Hasil yang didapat tersebut menunjukkan keseimbangan dari sistem tersebut.

  Penyelesaian untuk persamaan dan permintaan akan jelas (clear) untuk semua dimana kuantitas yang ditawarkan akan sama dengan kuantitas yang diminta. Namun demikian, syarat-syarat lain harus ditetapkan untuk jangka panjang. Keuntungan harus sama dengan nol untuk semua barang, pendapatan rumah tangga harus sama dengan pengeluaran rumah tangga, dan barang-barang harus mempunyai harga yang positif. Keseimbangan unum akan terjadi jika semua syarat di atas dipenuhi secara simultan.

  Analisis keseimbangan harga dapat berakibat dengan terjadinya perubahan harga di suatu pasar dan perubahan output di pasar lainnya. Karena kesimbangan harga sangatlah sukar untuk dianalisis, kami membuat peralihan dari keseimbangan harga parsial menuju keseimbangan harga umum yang sangat mudah dari banyaknya permintaan dan penawaran tenaga kerja untuk mempelajari bagaimana pasar secara bersama-sama dan serempak mengatur harga keseimbangan.

  Kemajuan Teknologi: Kalkulator Elektronik mahasiswa yang bekerja di bidang studi kuantitatif pada akhir 1960-an, dan bahkan sampai ke awal 1970-an, pasti akan mengingat ruang kelas yang berisik oleh suara kalkulator mekanik. Pada saat itu, sebuah kalkulator memiliki berat sekitar 40 pon dan hanya bias menambah, mengurangi, mengalikan, dan membagi. Mesin itu tidak memiliki memori dan memerlukan 20 hingga 25 detik untuk menyelesaikan satu soal perkalian.

   Korporasi besar memiliki ruangan yang penuh dengan akuntan yang menggunakan kalkulator seperti itu di meja mereka, dan suara dari 30 hingga 40 kalkulator itu sungguh memekakkan telinga. Selama tahun 1930-an dan 1960-an, sebagian besar perusahaan memiliki mesin itu, tetapi hanya beberapa orang saja yang memiliki kalkulator di rumah karena harga satu kalkulator itu mencapai beberapa ratus dolar. Beberapa sekolah lanjutan memiliki kalkulator untuk pelajaran akuntansi, tetapi sebagian besar anak sekolah di Amerika Serikat belum pernah melihat mesin itu sama sekali.

   Perubahan teknologi yang signifikan, bukan dibesar-besarkan dalam satu industri tunggal dapat mempengaruhi banyak pasar. Rumah tangga menghadapi struktur harga yang berbeda dan harus menyesuaikan konsumsi mereka atas banyak produk. Tenaga kerja bereaksi terhadap kebutuhan akan ketrampilan baru dan direalokasikan di berbagai pasar.

    Dengan pergeseran permintaan X, harga naik ke  dan perusahaan yang memaksimalkan laba langsung meningkatkan output ke  (titik di mana =MCx . Akan tetapi, sekarang ada laba positif di X. Dengan pergeseran permintaan Y ke bawah, harga turun menjadi . Perusahaan di sektor Y merosot menjadi  (titik di mana =MCy), dan harga yang lebih rendah menyebabkan perusahaan yang memproduksi Y dengan menderita kerugian.

  Dalam jangka pendek, penyesuaiannya sederhana. Perusahaan di kedua industri dibatasi oleh skala pabrik saat ini. Perusahaan tidak bias masuk atau keluar dari industri mereka masing-masing. Tiap perusahaan di industri X akan meningkatkan output, dari  ke . Perusahaan di industri Y turun

  Bukti Formal Ekuilibrium Kompetitif Umum           

  Para pakar ekonomi telah berusaha payah menanyakan tentang apakah serangkaian harga yang menyamai penawaran dan permintaan di semua pasar secara serentak bias benar-benar eksis karena dalam kenyataannya ada ribuan pasar. Jika serangkaian harga seperti ini tidak mungkin terjadi, hasilnya bias menjadi siklus ekspansi, kontraksi, dan instabilitas yang berkelanjutan.

EFISIENSI  ALOKATIF DAN EKUILIBRIUM KOMPETITIF        

  Suatu perekonomian yang efisien adalah perekonomian yang memproduksi barang dan jasa yang diingginkan oleh masyarakat dengan biaya yang serendah mungkin. Perubahan dikatakan efisien jika membuat beberapa anggota masyarakat menjadi lebih diuntungkan tanpa merugikan yang lainnya, sistem yang efisien atau pareto optimal, adalah sistem dimana perubahan itu tidak dimungkinkan.

Efisiensi Pareto  

  Efisiensi Pareto atau optimalitas Pareto adalah suatu kondisi dimana tidak mungkin terjadi perubahan, yang akan membuat beberapa anggota masyarakat lebih beruntung, tanpa membuat anggota masyarakat lain merasa lebih merugi, contoh perubahan yang membuat beberapa orang lebih beruntung dan tidak ada orang lain yang dirugikan adalah barter sukarela yang sederhana. Saya memiliki apel, anda memiliki kacang, saya suka kacang, anda suka apel, kita saling tukar, kita saling untung, dan tidak ada yang rugi.

 Efisiensi Persaingan Sempurna    

 Definisi sederhana tentang efisiensi menyatakan bahwa perushaan harus memproduksi produknya dengan menggunakan teknologi terbaik yang ada, yakni, dengan biaya terendah. Jika lebih banyak output bisa diproduksi dengan jumlah input yang sama, maka hal itu mungkin membuat beberapa orang lebih beruntung tanpa membuat rugi orang lain

Tiga pertanyaan dasar mengenai eisiensi sempurna:

  1. Apa yang akan diproduksi?
  2. Bagaimana memproduksinya?
  3. Siapa yang menerima apa yang diproduksi itu?

  Nilai utilitas terungkap dalam perilaku pasar. Anda tidak akan keluar dan membeli sesuatu kecuali anda mau mambayar setidaknya sebesar harga pasar. Memproduksi Apa yang Diingankan Orang: Bauran Output yang Efisien  Kondisi yang memastikan bahwa barang yang tepat telah diproduksi adalah P = MC. Yakni, baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek, perusahaan kompetitif sempurna akan berproduksi pada titik di mana harga output sama dengan biaya produksi marjinal. ·

  Jika Px > MCx’ masyarakat mendapatkan keuntungan dengan memproduksi X lebih banyak. Jika Px < MCx’ masyarakat mendapatkan keuntungan dengan memproduksi X lebih sedikit. Logikanya adalah: jika suatu perusahaan membandingkan harga dan biaya merjinal berarti perusahaan menimbang nilai produknya bagi masyarakat pada nilai marjinalnya terhadap nilai barang yang bias di produksi dengan sumber daya yang sama.

  Jika skala suatu perusahaan seimbang, perusahaan itu memperoleh laba maksimum; ketika skala rumah tangga seimbang, rumah tangga memaksimalkan utilitas. Dengan kondisi ini, tidak ada perubahan yang bisa memperbaiki kesejahteraan sosial.

Persaingan Sempurna VS Pasar Riil    

  Model kompetitif sempurna ini di bangun berdasarkan serangkaian asumsi, yang semuanya harus dipertahankan agar kesimpulan kita benar-benar valid. Kita telah mengasumsikan bahwa semua perusahaan dan rumah tangga adalah price-taker dalam pasar input maupun output, bahwa perusahaan dan rumah tangga memiliki informasi yang sempurna, dan bahwa semua perusahaan memaksimalkan laba. Asumsi tersebut tidak selalu berlaku di pasar dunia nyata, jika demikian adanya, kesimpulan bahwa pasar bebas tidak teregulasi akan memberikan hasil yang efisien tidak berlaku lagi.

Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Perusahaan adalah Pengambilan Harga.
    Pengambilan harga atau  price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar.
  2. Setiap Perusahaan Mudah Ke Luar atau Masuk Pasar
    Sekitarnya perusaahn mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan perusahaan tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila, ada produsen yang ingin melakukan  kegiatan di industry tersebut,produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut.
  3. Menghasilkan Barang Serupa (Homogen)
    Barang yang di hasilkan berbagai perusahaan tidak mudah dibeda-bedakan.Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
  4. Terdapat Banyak Perusahaan di Pasar
    Sebab inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga
  5. Pembeli Mempunyai Pengetahuan Mengenai Pasar
    Dalam pasar persaingan sempurna juga misalkan bahwa jumlah pembeli adalah banyak.

 Kegagalan pasar ( market failure ) terjadi ketika sumber daya salah dialokasikan, atau dialokasikan secara tidak efisien. Hasilnya adalah pemborosan dan hilangnya nilai.

Empat sumber kegagalan pasar yaitu :

  1. Struktur pasar yang tidak sempurna, atau perilaku nonkompetitif.
  2. Eksitensi barang publik.
  3. Keberadaan biaya dan manfaat eksternal.
  4. Informasi tidak sempurna.

Pasar Tidak Sempurna

Persaingan tidak sempurna adalah suatu industri di mana suatu perusahaan dapat mengendalikan harga dan persaingan industry dengan persaingan tidak sempurna menimbulkan alokasi sumber daya yang tidak efisien.

Monopoli adalah suatu industri yang hanya terdiri dari satu perusahaan yang memproduksi produk yang tidak memilikki substansi dekat dan ada hambatan yang signifikan untuk mencegah perusahaan baru memasuki industri itu.

Barang Publik

Barang publik atau barang sosial adalah barang atau jasa yang memberikan manfaat kolektif bagi masyarakat. Secara umum tidak ada seorang pun yang di kecualikan menikmati manfaat ini. Contoh klasik adalah pertahanan nasional & taman kota.

Barang pribadi adalah Produk yang di produksi oleh perusahaan untuk di jual pada rumah tangga individual.

Eksternalitas

Eksternalitas adalah biaya atau manfaat yang disebabkan oleh beberapa aktivitas atau transaksi yang ditanggung atau dibebankan pada pihak yang tidak melakukan aktivitas atau transaksi itu.

Informasi Tidak Sempurna

Informasi tidak sempurna adalah tidak adanya pengetahuan yang lengkap menyangkut karakteristik produk, harga yang berlaku dan seterusnya.

MENGEVALUASI MEKANISME PASAR     

     Sistem pasar sepertinya memberikan intensif untuk membimbing biaya dan manfaat serta beroperasi secara efisien. Perusahaan bisa meraih laba hanya jika ada permintaan atas produk mereka. Jika tidak ekternalitas, atau biaya atau manfaat seperti itu diintenalisasikan dengan tepat, perusahaan akan menimbang manfaat dan biaya social dalam keputusan poduksi mereka. Dalam kondisi ini, motif laba seharusnya memberikan intensif kepada perusahaan untuk meminimalkan biaya dan memproduksi produk mereka dengan menggunakan teknologi yang paling efisien. Demikian pula, pasar input kompetitif harus memberikan insentif kepada rumah tangga untuk membandingkan nilai waktu mereka terhadap nilai sosial dari apa yang bisa mereka produksi ketika memasuki angkatan kerja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s