MONOPOLI & KEBIJAKAN ANTITRUST

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Pada kesempatan ini, penulis akan memaparkan tentang monopoli sebagai pasar persaingan tidak sempurna serta kebijakan Antitrust

PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR: KONSEP INTI

Suatu pasar, atau industri, di mana perusahaan individual memiliki control atas harga output mereka, disebut dengan kompetitif tak sempurna (imperfectly competitive). Suatu perusahaan dalam pasar kompetitif tak sempurna memiliki satu kesamaan: Mereka menggunakan kekuatan pasar (market power), Kemampuan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan kuantitas produk yang diminta.

MENDEFINISIKAN BATAS-BATAS INDUSTRI

Monopoli adalah suatu industry dengan satu perusahaan, dimana masuknya perusahaan baru dihambat. Oglipoli adalah suatu industri dimana terdapat sejumlah kecil perusahaan, yang masing-masing perusahaan cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar output.

Monopoli murni (pure monopoly), Suatu industri dengan satu perusahaan tunggal yang memproduksi suatu produk dimana taka da barang substitusi yang dekat dan di mana hambatan masuk yang signifikan mencegah perusahaan lain memasuki industri tersebut untuk bersaing untuk mendapatkan laba. 

PERMINTAAN DI PASAR MONOPOLI

Dengan adanya satu perusahaan di pasar monopoli, tidak terdapat perbedaan antara perusahaan dan industri.

Kurva permintaan pasar adalah kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan, dan kuantitas total yang ditawarkan di pasar adalah kuantitas produksi yang ditentukan oleh perusahaan.

PERILAKU MENCARI SEWA

Perilaku mencari sewa adalah tindakan yang dilakukan oleh rumah tangga atau perusahaan untuk melindungi laba positif. Kegagalan pemerintah (government failure), Terjadi ketika pemerintah menjadi alat pencari sewa, dan alokasi sumber daya menjadi lebih tidak efisien dengan campur tangan pemerintah.

Teori pilihan publik, adalah teori ekonomi bahwa pejabat publik menetapkan kebijakan ekonomi dan mengatur tindakan pemain bisnis dengan kepentingan pribadi yang dilakukan oleh perusahaan.

Deskriminasi harga, adalah mentapkan harga berbeda pada pembeli yang berbeda.

Deskriminasi harga sempurna, Terjadi ketika suatu perusahaan menetapkan jumlah maksimum yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk masing-masing unit.

UNDANG-UNDANG ANTITRUST

Trust, adalah suatu pengaturan dimana pemegang saham perusahaan independen setuju untuk menyerahkan saham mereka untuk ganti sertifikat trust, yang memungkinkan mereka mendapat pangsa laba umum trust. Kelompok anggota trust kemudian mengoperasikan trust sebagai monopoli, yang mengontrol output dan menetapkan harga.

Akta Sherman (Sherman act), diloloskan oleh kongres thun 1890, akta yang menyatakan bahwa segala kontrak atau konspirasi untuk mengendalikan perdagangan antar negara bagian atau antar negara adalah ilegal dan menyatakan bahwa segala upaya monopoli, sukses atau tidak, adalah pelanggaran hukum. Penafsiran perilaku tertentu berdasarkan hukum diserahan pada pengadilan.

Aturan kelayakan (rule of reason), adalah kriteia yang dicetuskan oleh Mahkamah Agung pada tahun 1911 untuk menetukan apakah tindakan tertentu ilegal (tak layak) atau legal (layak) dalam pasal Akta Sherman.

Akta Clayton (Clayton act), diloloskan oleh kongres tahun 1914 untuk memperkuat Akta Sherman dan memprjelas aturan kelayakan. Akta ini melarang perilaku monopoli tertentu seperti kontrak mengikat, diskriminasi harga, dan merger tak terbatas.

Komisi Dagang Federal (FTC), suatu kelompok pengatur federal yang diciptakan oleh kongres tahun 1914 untuk menginvestigasi struktur dan perilaku perusahaan yang terlibat dalam perdagangan antar negara bagian untuk menentukan apa yang membentuk perilaku “tak adil” yang melanggar hukum. Serta untuk mengeluarkan perintah cegah dan tangkal untuk semua yang melanggar undang-undang antitrust.

Aturan per se, suatu aturan yang dinyatakan oleh pengadilan yang menyatakan tindakan tertentu atau hasil tertentu sebagai pelanggaran undang-undang antitrust per se (hakiki), tak peduli hasil yang layak atau tidak.

Akta Wheeler-Lea (Wheeler-Lea Act), memperluas bahasa Komisi Dagang Federal untuk memutuskan metode persaingan yang “menipu” serta “tak adil”.

Surat Ketetapan persetujuan, Kesepakatan formal untuk islah diantara semua pihak kasus antitrust yang harus disetujui oleh pengadilan. Surat ini bisa ditandatangani sebelum, selama, atau sesudah pengadilan.

MONOPOLI ALAMIAH

Ketika suatu perusahaan memperlihatkan skala ekonomis yang begitu besar sehingga biaya rata-rata terus menurun bersama output, mungkin akan efisien untuk hanya memiliki satu perusahaan dalam suatu industri. Industri seperti itu disebut dengan monopoli alamiah.

Advertisements