PERMINTAAN INPUT : PASAR TENAGA KERJA DAN TANAH

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Pada kesempatan dan tulisan ini, kami akan memaparkan dan membahas mengenai hal-hal yang terdapat pada permintaan input terlebih pada pasar tenaga kerja dan pasar tanah yang merupakan modal perusahaan.

Permintaan input: Suatu Permintaan Turunan

Yaitu sumber daya (input) yang tergantung  pada permintaan output yang memakai ada permintaan atas produksinya.nilai yang ditetapkan pada suatu produk dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi produk itu akan menentukan produktivitas input tersebut.produktivitas suatu input adalah jumlah output yang diproduksi per unit input itu.

Input: Komplementer Dan Subtitusi

Input bisa bersifat komplementer atau subtitusi,dua input yang digunakan bersama dapat meningkatkan,atau melengkapi satu sama lain .senua ini berarti bahwa permintaan input suatu perusahaan terkait erat satu sama lain.peningkatan atau penurunan secara alamiah menyebabkan permintaan tenaga kerja berubah,tapi juga memiliki efek atas permintaan modal atau tanah.

Hasil Yang Makin Menurun

Ingatlah bahwa jangka pendek adalah periode dimana beberapa faktor produksi tetap  membatasi kapasitas perusahaan untuk berekspansi.dengan kondisi ini,perusahaan yang memutuskan untuk meningkatkan output akhirnya akan menghadapi hasil ang makin menurun.ingat juga bahwa produk marjinal tenaga adalah output tamabah  yang diproduksi jika perusahaan menggunakan satu unit pekerja tambahan.

Produk Penerimaan Marjinal

Produk penerimaan marjinal dari suatu input variabel adalah penerimaan tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan mempekerjakaan unit input tambahanceteris paribus. penjualan output tambahan itu akan menhasilkan penerimaan. Produk penerimaan marjinal adalah penerimaan yang di produksi dengan menjual barang atau jasa yang akan diproduksi oleh unit marjinal tenaga kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk penerimaan marjinal adalah nilai produk marjinal suatu faktor.

Pasar Tenaga Kerja

Perusahaan yang Hanya Menggunakan Faktor Produksi Satu Variabel :

Tenaga Kerja

Harga tenaga kerja, misalnya, adalah upah yang ditentukan dalam pasar tenaga kerja. Perusahaan yang memaksimalkan laba akan menambah input dalam hal tenaga kerja, perusahaan akan merekrut pekerja selama produk penerimaan marjinal input itu melebihi harga pasar dari input itu dalam hal tenaga kerja dan upah.

Jika upah pasar turun, kuantitas tenaga kerja yang diminta akan naik. Jika upah pasar naik, kuantitas tenaga kerja yang diminta akan turun. Ini adalah deskripsi kurva permintaan. Ketika suatu perusahaan hanya menggunakan sati faktor produk variabel, kurva produk penerimaan marjinal faktor itu adalah kurva permintaan perusahaan untuk faktor itu dalam jangka pendek.

Membandingkan Penerimaan Marjinal dengan Biaya Marjinal untuk Memaksimalkan Laba

Pada setiap harga output, kurva biaya marjinal menentukan berapa banyak output yang akan diproduksi oleh perusahaan yang akan memaksimalkan laba. Kita sampai pada kesimpulan ini dengan membandingkan penerimaan marjinal yang akan diperoleh perusahaan dengan memproduksi satu unit output lagi sesuai dengan biaya marjinal memproduksi unit output itu.

Dengan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya input variabel, jika masyarakat menilai suatu barang lebih tinggi daripada biaya yang ditanggung perusahaan untuk merekrut pekerja dalam mempruduksi barang tersebut, maka barang tersebut akan diproduksi. Secara umum, logika yang sama juga berlaku untuk lebih dari satu input. Perusahaan memperlihatkan nilai output yang tercermin dalam harga output terhadap nilai input yang tercermin dalam biaya marjinal.

Menurunkan Permintaan Input

Sifat permintaan input merupakan turunan (derived), permintaan terhadap input bergantung pada sifat hubungan antara teknologi dengan faktor produksi yang digunakan. Jika sifat hubungannya komplementer, penggunaan teknologi akan menambah permintaan terhadap faktor produksi karena adanya peningkatan produktivitas.

Perusahaan Yang Menggunakan Faktor Produksi Dua Variabel Dalam Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

Produksi Dalam Jangka Pendek.

Dengan mengamsumsikan beberapa input dianggap konstan dalam jangka pendek dan hanya satu faktor produksi yaitu tenaga yang dapat berubah, maka fungsi produksinya dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f(L)

Persamaan produksi ini menjadi sangat sederhana kerana hanya melibatkan tenaga kerja untuk mendapatkan tingkat produksi suatu barang tertentu. Artinya, factor produksi yang dapat berubah dan mempengaruhi tingkat produksi adalah hanya jumlah tenaga kerja. Jika perusahaan berkeinginan untuk menambah Tingkat produksi, maka perusahaan hanya dapat menambah jumlah tenaga kerja.

GAMBAR55.png

Kurva Produksi Total, Marginal & Rata-rata

Yang dapat disimpulkan :

Tahap I menunjukkan tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal.

Tahap II Produksi total terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol.

Tahap III Penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi rata-rata, sedangkan produksi marginal negatif.

PASAR TANAH

Tanah adalah penawaran yang sangat tetap (inelastis sempurna) secara total. Satu-satunya pertanyaan tentang riil tentang tanah berpusat pada banyak jumlah yang pantas untuk tanah dan bagimana tanah itu akan digunakan

Tanah memiliki penawaran tetap, sudah di tentukan permintaan (demand determined).dengan kata lain, harga tanah ditentukan secara eksklusif oleh beberapa jumlah yang tersedia dibayarkan oleh rumah tangga dan perusahaan untuknya. Penghasilan segala faktor produksi dalam penawaran tetap disebut sewa murni (pure rent).

Nilai tanah bagi pengguna potensial dapat bergantung pada karakteristik tanah itu sendiri atau lokasinya, karena lokasi sering menjadi kunci keuntungan, pemilik tanah sering mampu “memeras” penyewaan mereka.

Sewa tanah memiliki permintaan yang sudah tentu karena tanah secara umum (dan tiap bidang khusus) berada dalam penawaran tetap. Harganya sudah ditentukan oleh permintaan. Secara grafis, penawaran yang tetap ditampilkan oleh kurva penawaran inelastis sempurna yang vertikal. Sewa Ro, tergantung hanya pada permintaan berapa orang bersedia membayar.

Penawaran tanah pada kualitas dilokasi tertentu benar-benar memiliki sifat penawaran tetap. Nilainya ditentukan secara eksklusif oleh jumlah yang tersedia dibayarkan oleh penawar tertinggi untuk tanah itu. Karena tanah tidak bisa diperbanyak, penawaran inelastis sempurna.

SEWA DAN NILAI OUTPUT YANG DIPRODUKSI PADA TANAH

Karena harga tanah sudah ditentukan permintaannya, sewa bergantung pada berapa nilai yang tersedia dibayarkan oleh pengguna potensial. Seperti yang diperlihatkan dua pengguna potensial yang menawar satu kapling tanah, tawaran tergantung pada potensi laba tanah.

Tanah populer dilokasi pusat kota berharga mahal karena ragam hal yang bisa dihasilkan diatasnya. Perhatikan bahwa tanah dibutuhkan sebagai input produksi oleh hampir semua barang dan jasa.

Tidaklah mengherankan bahwa permintaan tanah mengikuti aturan yang sama seperti permintaan input secara umum. Perusahaan yang memaksimalkan laba akan mengunakan faktor produksi tambahan sepanjang produk permintaan marjinal melebihi harga pasaraya.

Selama permintaan yang dihasilkan dari marjinal produk tenaga kerja memadahi untuk menutup biaya perekrutan tenaga kerja tambahan yang bagi perusahaan persaingan sempurna sama dengan tingkat upah.

Perusahaan akan membayar dan mengunakan tanah selama penerimaan yang dihasilkan dari menjual produk yang diproduksi pada tanah itu memadai untuk menutup harga tanah.

Seperti halnya kurva permintaan tenaga kerja mencerminkan nilai produk tenaga kerja yang ditentukan dalam pasar output, demikian pula permintaan tanah bergantung pada nilai produk tanah dalam pasar output. Alokasi suatu kapling tanah tertentu diantara penggunaan yang saling bersaing dengan sendirinya bergantung pada dilema antara produk bersaing yang bisa diproduksi disana.

Satu kata akhir tentang kata tanah : karena tanah tidak bisa dipindahkan secara fisik, nilai satu area bidang sangat bergantung pada penggunaan kapling disebelahnya.

KONDISI PEMAKSIMALAN LABA PERUSAHAAN DALAM PASAR INPUT

Perusahaan memiliki insentif untuk mengunakan input variabel selama penerimaan yang dihasilkan oleh input tersebut menutup biaya input ini pada marjinal. Secara lebih formal perusahaan akan mendayagunakan tiap input hingga titik dimana harga sama dengan produk permintaan marjinal.Kondisi ini berlaku untuk semua faktor pada semua tingkat output.

Sejauh ini kita telah menggunakan istilah yang sangat umum untuk membahas sifat permintaan input oleh perusahaan dalam pasar persaingan, dimana harga input dan harga output nilainya tertentu. Hal terpenting disini adalah bahwa permintaan faktor bergantung pada nilai yang ditetapkan pasar pada produk marjinal.

KURVA PERMINTAAN INPUT

PERGESERAN DALAM KURVA PERMINTAAN FAKTOR

Kurva permintaan faktor (input) diturunkan dari informasi tentang teknologi yaitu, fungsi produksi dan harga output. Perubahan dalam permintaan output, perubahan kuantitas input komplementer atau subtitusi, perubahan harga input lain, dan perubahan teknologi semua bisa menyebabkan kurva permintaan faktor bergeser. Pergeseran dalam permintaan ini penting karena secara langsung mempengaruhi alokasi sumber daya di antara pengguna alternatif, seperti tingkat dan distribusi pendapatan.

Permintaan Output perusahaan akan meminta suatu input selama produk penerimaan marjinal melebihi harga pasarnya. Produk penerimaan marjinal, di mana dalam pasar kompetitif sempurna nilainya sama dengan produk marjinal faktor di kali harga output, adalah nilai produk marjinal faktor :

MRP (L) = MP (L) × P (X)

Jumlah yang bersedia dibayarkan oleh perusahaan untuk faktor produksi bergantung langsung pada nilai barang yang diproduksi oleh perusahaan. Karena itu :

Jika permintaan produk meningkat, harga produk akan naik dan produk penerimaan marjinal (permintaan faktor) akan naik, kurva MRP akan bergeser ke kanan.

Jika permintaan produk turun, harga produk akan turun dan produk penerimaan marjinal (permintaan faktor) akan turun, kurva MRP akan bergeser ke kiri.

Kuantitas Input Komplementer dan Input Subtitusi Dalam pembahasan kita sejauh ini, kita tetap kembali ke fakta faktor produksi yang saling melengkapi satu sama lain. Produktivitas salah satu faktor produksi bergantung pada kualitas dan kuantitas faktor lain yang digunakan bersamaan faktor tersebut.

Produk dan penggunaan modal mendorong produktivitas tenaga kerja dan umunya meningkatkan permintaan tenaga kerja dan mendorong upah naik.

Harga Input Lain Ketika suatu perusahaan memili pilihan teknologi alternatif, pilihan yang diambil sebagian bergantung pada harga input relatif.

Selama 1970-an, peningkatan besar dalam harga energi relatif terhadap harga faktor produksi lain memiliki sejumlah efek atas permintaan input-input lain tersebut. Insulator pada bangunan, instalasi alat pemanas yang lebih efesien, dan upaya serupa lainnya secara subtansial meningkatkan permintaan modal sewaktu energi disubtitusikan dengan modal dalam produksi.

Perubahan Teknologi Terkait erat dengan dampak akumulasi modal pada faktor adalah dampak potensial perubahan teknologi (technological change) yakni, pengenalan metode produksi baru atau produk baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas input yang sudah ada atau meningkatkan produk marjinal.

Perubahan teknologi bisa dan memang memiliki pengaruh kuat atas permintaan faktor. Sewaktu produk baru dan teknik produk baru lahir, begitu pula halnya dengan permintaan input dan keahlian baru. Begitu produk lama menjadi ketinggalan zaman, begitu pula keahlian tenaga kerja dan input lain yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

ALOKASI SUMBER DAYA DAN BAURAN OUTPUT DALAM PASAR PERSAINGAN

Sekarang kita telah memiliki gambaran lengkap namun sederhana mengenai pengambilan keputusan rumah tangga dan perusahaan. Kita juga telah membahas beberapa kekuatan dasar yang menentukan alokasi sumber daya dan bauran output dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam lingkungan kompetitif seperti ini, perusahaan yang memaksimalkan laba mengambil tiga keputusan fundamental: (1) berapa banyak akan diproduksi dan ditawarkan di pasar output, (2) bagaimana memproduksi (teknologi apa yang akan digunakan), dan (3) berapa banyak input yang diminta.

DISTRIBUSI PENDAPATAN

Teori produktivitas marjinal distribusi pendapatan (marginal productivy theory of income distribution) Pada ekuilibrium, semua faktor produksi akhirnya menerima imbalan yang di tentukan oleh produktivitas mereka yang diukur oleh produk penerimaan marjinal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s