PERSAINGAN MONOPOLISTIS DAN OLIGOPOLI

Penulis :  Annisa Dhea Rahmatika, Shandy Dewantoro, Rizka Agil Rustiyana, Ridwan Alief Rizaldi, Zabrina Rosediana Mustika Dewi, Wiji Lestari, Hery Fitriyanto, Amanda Ayu Fatma Istiqomah.

Pendamping : Prof. Dr. M. Wahyuddin, Novel Idris Abas

Pada kesempatan ini penulis akan memaparkan tantang apa itu monopolistis dan oligopoli, yang mana pada dua tipe tersebut perusahaan menggunakan suatu kekuatan pasar tapi pada saat yang sama juga menghadapi persaingan.

PERSAINGAN MONOPOLISTIS

  • Karakteristik industry persaingan monopolistis :
  1. Jumlah perusahaan besar
  2. Tidak ada hambatan
  3. Diferensiasi produk
  • Perusahaan dalam industry kompetitif monopolitis berukuran kecil dibandingkan pasar keseluruhan. Perusahaan baru bisa memasuki industry untuk mengejar laba, dan barang substitusi yang relative baik terhadap produk perusahaan yang tersedia. Perusahaan dalam industry kompetitif monopolistis mencoba tingkat kekuatan pasar dengan mendiferensiasikan produk mereka dengan memproduksi sesuatu yang baru, berbeda, atau lebih baik, atau dengan menciptakan identitas unik dalam pemikiran konsumen.
  • Deferensiasi produk dan periklanan, merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk mencapai kekuatan pasar. Dilakukan dengan memproduksi produk yang memiliki identitas positif berbeda dalam pemikiran konsumen. Keuntungan besar persaingan produk adalah memberi beragam pilihan yang hakiki dengan aliran produk baru yang tak terhambat serta memastikan kualitas produk. Peiklanan sangat membantu untuk pemasaran produk, seperti yang diketahui bahwa keinginan manusia tak terbatas.
  • Diferensiasi produk dan elastisitas permintaan, semua perusahaan dalam industry kompetitif sempurna memproduksi produk yang persis sama.Jika perusahaan A mencoba meningkatkan harga, pembeli akan pergi ke penjual lain dan perusahaan A tidak akan menjual apa-apa. Jika suatu perusahaan bisa membdakan produknya dari yang lain dalam benak konsumen akan mengasumsikan pada kompetisi monopolistis, mereka bisa meningkatkan harga tanpa kehilangan kuantitas yang diminta.
  • Penentuan harga/output dalam jangka pendek, dalam kondisi kompetitif monopolistis, suatu perusahaan yang memaksimalkan laba berperilaku cenderung seperti monopoli dalam jangka pendek. Penerimaan marjinal tidak sama dengan harga, karena perusahaan kompetitif monopolistis control atas harga output. Untuk memaksimalkan laba, perusahaan kompetitif monopolistis akan meningkatkan produksi hingga penerimaan marjinal yang dihasilkan dari peningkatan output dan menjualnya hingga tidak lagi melebihi biaya marjinal produksinya. Ini terjadi ppada titik dimana penerimaan marjinal sama dengan biaya marjinal : MR = MC.
  • Penentuan harga/output dalam jangka panjang, analisis persaingan monopolistis di asumsikan masuk dan keluar dari industry adalah mudah dalam jangka panjang. Perusahaan dapat masuk ke suatu industry ketika ada laba yang bisa diraih, dan perusahaan yang menderita kerugian bisa keluar dari bisnis.
  • Efisiensi ekonomi dan alokasi sumber daya, perusahaan monopolistis akhrirnya menetapkan harga di atas biaya marjinal. Hal ini inefisien, dan merupakan fakta bahwa perusahaan kompetitif monopolistis tidak akan merealisasikan semua skala ekonomis yang tersedia.

 OLIGOPOLI

  • Oligopoli adalah suatu struktur industry yang dicirikan oleh adanya beberapa perusahaan dominan. Produknya mungkin homogeny atau diferensiasi, perilaku satu perusahaan dalam oligopoly sangat bergantug pada perilaku perusahaan yang lain.
  • Model Oligopoli
  1. Model Kolusi, oligopoly yang berkolusi akan menghadapi permintaan pasar dan berproduksi hanya hingga titik dimana penerimaan marjinal dan biaya marjinal sama (MR=MC), dan haga akan ditetapkan di atas biaya marjinal.kolusi diam-diam terjadi ketika kesepakatan pemasokan harga dan kuantitas di antara produsen bersifat terbuka.
  2. Model Cuornot, suatu model industrri dua perusahaan dimana serangkaian keputusan penyesuaian output menyebabkan tingkat output akhir antara output yang akan terjadi jika pasar kompetitif sempurna dan output yang ditetapkan oleh monopoli.
  3. Model Kurva Permintaan yang Bengkok, dimana kurva permintaan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan individual memiliki kebengkokan didalamnya, kebengkokan ini disebabkan oleh asumsi bahwa perusahaan competitor akan mengikuti jika suatu perusahaan memotong harga tapi, tidak akan mengikuti jika suatu perusahaan meningkatkan harga.
  4. Model Kepemimpinan Harga, dimana satu perusahaan dalam menetapkan harga dan semua perusahaan yang lebih kecil dalam industry itu mengikuti kebijakan penetapan harganya.
  • Teori Permainan, menganalisis perilaku oligopoli sebagai serangkaian pergerakan strategis yang kompleks dan tanggapan balasan reaktif di antara perusahaan rival.
  • Strategi Dominan, dalam teori permainan, suatu strategi uang terbaik tanpa memandang apa yang dilakukan oleh pihak lawan.
  • Strategi Maksimin, strategi yang dipilih untuk memaksimalkan hasil maksimum yang bisa dihasilkan.
  • Strategi Saling Balas, strategi suatu perusahaan yang membiarkan kempetitornya tahu bahwa perusahaan akan mengikuti apapun yang akan dilakukan oleh kompetitornya.
  • Ekuilibrium Nash, merupakan hasil semua pemain yang memainkan strategi terbaik mereka ketika apa yang dilakukan competitor sudah tertentu.
  • Oligopoly dan Kinerja Ekonomi, suatu pasar bsa disebut bisa diperebutkan dengan sempurna jika masuknya perushaan ke dalam atau keluar dari pasar tidak perlu biaya, yakni jika suatu perusahaan bisa bergerak ke dalam pasar untuk mencari laba tapi tidak kehilangan apapun jika gagal.

 PERAN PEMERINTAH

  • Akta Clayton 1914, memberi pemerintah otoritas untuk membatasi merger yang mungkin secara substansial mengurangi kompetisi dalam suatu industry.
  • Akta Celler-Kefauver 1950, memungkinkan Dep.Keadilan untuk bergerak menentang usulan merger, saat ini Dep.Keadilan menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman untuk menentuukan apakah akan menentang atau menerima proposal merger.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s